Kamis, 14 Jumadil Awwal 1433 H / 06 April 2012
Tabungan Akhirat: Dana Infaq Darurat untuk Keluarga Mujahid yang Tertimpa Musibah
JAKARTA (idc.voa-islam.com) - Para mujahid dan aktivis Islam yang sedang diuji dengan vonis penjara oleh rezim thaghut, harus berpisah anak dan istrinya. Perlu dana taktis untuk persediaan bila keluarga mereka sakit atau tertimpa musibah. Salurkan bantuan anda melalui program DINAR (Dana Infaq Darurat) untuk Keluarga Mujahid.
Habibah saat ini terkulai lemah di ruang ICU RS Sentra Medika Cisalak Depok. Kondisi bocah perempuan berusia dua tahun itu sangat memprihatinkan. Ia baru dibawa ke rumah sakit setelah lima hari menderita demam.
Pagi itu, Selasa (3/4/2012), Habibah menggigil hebat. Sekujur tubuhnya dingin hingga tak sadarkan diri. Sang ibu pun panik lalu membawanya ke klinik bidan terdekat. Sang bidan pun merujuk ke rumah sakit sebab di klinik tersebut tak ada peralatan lengkap untuk menangani pasien, apalagi Habibah masih batita (bawah tiga tahun).
Sang ibu pun bertambah panik. Hanya ditemani ibu mertuanya mereka pontang-panting mencari rumah sakit rujukan agar anaknya segera mendapatkan penanganan. Setelah beberapa rumah sakit menolak karena tak mampu menangani, Ummu Sumayyah pun sampai di RS Sentra Medika di Jalan Raya Bogor KM 33, Cisalak, Depok. Kini Habibah mendapatkan perawatan di ruang ICU di rumah sakit berkelas itu.
Untuk sementara, sang ibu merasa lega karena Habibah bisa mendapatkan pertolongan. Namun yang terus menghantui pikirannya, dengan apa ia harus membayar biaya pengobatan anaknya, biaya di rumah sakit swasta tentu sangat mahal, bahkan hingga saat ini ia masih harus terus menebus obat untuk anaknya tercinta. Sementara Ummu Sumayyah sendiri hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan dan tinggal bersama mertuanya.
Kabar duka tersebut sangat memprihatinkan IDC (Infaq Dakwah Club) voa-islam.com. Ingin membantu tapi tidak punya dana taktis untuk bantuan keluarga para mujahid dan aktivis Islam yang tertimpa musibah.
IDC pun berinisiatif meneruskan informasi melalui pesan singkat kepada beberapa donatur dan pembaca setia voa-islam.com yang bisa dijangkau. Alhamdulillah, dalam waktu singkat terkumpul dana sebanyak Rp 2.300.000,- (dua juta tiga ratus ribu rupiah).
Siang itu juga, untuk menyampaikan amanat para donatur, kru IDC voa-islam.com tancap gas sepeda motor menuju rumah sakit Sentra Medika Depok. Guyuran hujan lebat di tengah kemacetan, menghiasi perjalanan jarak yang cukup jauh dari Slipi – Cisalak.
Pukul 17.00 WIB sore hari, kru IDC tiba di RS Sentra Medika bertepatan dengan jam bezuk pasien. Memasuki ruang ICU dengan baju khusus berwarna hijau, kru IDC membesuk Habibah yang saat itu terkulai lemah karena dalam kondisi kritis. Ia harus mendapatkan bantuan oksigen melalui hidung dan selang infus yang menancap di kaki. Suasana begitu hening dan hanya terdengar bunyi alat pantau denyut jantung yang terpasang di tubuh bocah sekecil itu.
Menurut dokter, ternyata Habibah menderita DBD (Demam Berdarah), trombositnya turun drastis hingga 24.000, padahal dalam kondisi sehat kadar trombosit seharusnya 150.000-450.000/mm3 darah.
Mengakhiri waktu bezuk, kru IDC voa-islam.com menyerahkan bantuan kepada Ummu Sumayyah. Semoga dana tersebut bisa segera digunakan untuk biaya pengobatan Habibah di rumah sakit.
Meski sudah menyampaikan amanah, namun kru IDC voa-islam.com pulang dengan perasaan sedih. Ingin hati membantu melunasi seluruh biaya pengobatan, namun apadaya dana tidak ada. Padahal beban biayanya begitu berat. Untuk biaya kamar saja perlu biaya 5 juta sehari.
...IDC voa-islam.com mencanangkan program DINAR (Dana Infaq Darurat) untuk Keluarga Mujahid Islam yang sewaktu-waktu ditimpa musibah...
Ummu Sumayyah juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas bantuannya, semoga Allah Ta’ala membalas amal shalih para donatur dengan ganjaran pahala di sisi-Nya.
Di tempat terpisah, sang ayah tercinta, Mus’ab Hasan hanya bisa berdoa dan tawakkal kepada Allah Ta’ala atas kesembuhan anaknya. Ia tak bisa berbuat banyak karena tubuhnya dikerangkeng di rumah tahanan dengan tuduhan terorisme. Idealisme melaksanakan syariat I’dad di Aceh beberapa tahun silam, sang mujahid ini divonis 9 tahun penjara oleh rezim thaghut.
Belajar dari pengalaman di atas, maka IDC (Infaq Dakwah Club) voa-islam.com mencanangkan program DINAR (Dana Infaq Darurat) untuk Keluarga Mujahid. Seluruh dana yang terkumpul dalam program ini disiapkan khusus untuk keluarga para mujahid, aktivis dan pejuang Islam yang sewaktu-waktu ditimpa musibah.
Duka umat Islam adalah duka kita semua, dan kebahagiaan kita harus bisa mereka rasakan juga. Karena setiap umat beriman itu bersaudara seperti satu jasad yang utuh.
“Orang-orang mukmin itu bagaikan seorang manusia yang satu. Jika kepalanya terasa sakit, maka seluruh badannya pun ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur” (Muttafaq ‘Alaih).
Mari bantu saudara kita yang tertimpa musibah, insya Allah kita akan mendatangkan barakah dan kemudahan di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat...” (HR Muslim).
Bantuan untuk program ini bisa disampaikan melalui rekening:
1. Bank Muamalat Indonesia (BMI), No.Rek. 0132465841 a/n Budi Haryanto
2. Bank Syariah Mandiri (BSM), No.Rek: 0120043587 a/n Budi Haryanto
3. Bank Mandiri, No.Rek: 0060006012623 a/n Budi Haryanto
4. BCA (Bank Central Asia), No.Rek: 6310230497 a/n Budi Haryanto
CATATAN:
- Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan dana lainnya, silahkan tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,-dan seterusnya.
- Info dan konfirmasi: Mumtaz (08999.704050).
- Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di idc.voa-islam.com. [Ahmed Widad]


